Tampilkan postingan dengan label Catatan. Tampilkan semua postingan

Catatan Lebaran Si Jomblo

0
14.42.00


Hari ini saya tiba-tiba teringat dengan blog saya (lebih tepatnya inget kalo ternyata saya punya blog). Ditengah masa-masa libur lebaran ini saya akhirnya memutuskan membuat coretan kecil biar blog ini ada isinya :D karena saya sadar sesadar-sadarnya bahwa blog ini kudet buanget alias kurang update. Udah blog gak penting, kudet lagi, mau jadi apa nantinya?? padahal awal-awal saya bikin blog ini udah diniatin buat update tiap hari gitu untuk mengasah kemampuan menulis saya. Eh..bukan mengasah sih tapi lebih tepatnya belajar menulis.

Setelah sholat dzuhur tadi saya tiba-tiba kepikiran untuk nulis apalah terserah yang penting bisa dibaca. Akhirnya saya putuskan membuat coretan ini. Itung-itung daripada nganggur cuma nonton YouTube terus sesekali nulis lah biar ada kegiatan.

Hari ini tepatnya lebaran ke 4. Saya nggak pergi kemana-mana karena hari ke 1 dan ke 2 kemaren udah kejar tayang silaturahmi ke rumah sodara2. Jadi kemaren dan hari ini full dirumah aja, gak ada kegiatan, boring, dan sendiri...#musiksedih :(

Lebaran tahun ini masih sama dengan lebaran tahun sebelumnya, biasa dan gak ada yang spesial termasuk masalah teman spesial -_- Dan setiap silaturahmi ke tempat sodara masih ada sesi tanya jawab perihal perjodohan. Untungnya saya sudah kebal terhadap interogasi seperti ini jadi jauh-jauh hari saya sudah mempersiapkan mental jika nanti ada yang tanya Kapan??

Yang berbeda adalah setelah lebaran ini nanti adik saya yang bungsu akan menikah :| (hening sejenak). Disatu sisi moment ini bisa mengalihkan perhatian saudara-saudara saya tentang status jomblo yang masih konsisten saya pertahankan dari tahun ketahun. Dan itu tentu saja membuat saya sedikit bernafas lega. Tapi disisi lain ada sedikit rasa gimana gitu yang gak bisa dijelasin dengan kata-kata. Karena dulu saya berniat untuk lebih dulu membangun rumah tangga, eh..sekarang ternyata takdir berkata lain dan saya disalip dari belakang dengan tiba-tiba...wtf -_-

Tapi ah sudahlah, sebaik-baik rencana manusia pasti rencana Tuhan jauh lebih baik. Hanya kalimat itu yang bisa menghibur kegalauan saya saat ini (meskipun aslinya gak galo2 amat sih). Siapa tau setelah ini tiba-tiba saya ketemu jodoh saya trus menikah, semoga saja. Wah...ngarep buangett. Apalagi di usia saya sekarang ini sudah mendekati fase-fase penuaan secara terpaksa karena aslinya jiwa saya tetap muda dan membara..jreng jreenggg...

Dan saat ini saya sedang giat melakukan negosiasi alias bribik sana bribik sini siapa tau ada bidadari yang nyantol kemudian tak jadiin istri. Karena tentu saja saya tidak bisa terus menanggung status jomblo ini lama-lama sedangkan dari segi lahir bathin itu saya sehal wal afiat dan 100% normal lho (bisa cek barang untuk memastikan keasliannya).

Untuk itu saya tetap optimis semua akan lengser pada waktunya seperti Pak Harto yang lengser dari kursi kepresidenan. Masalah cepat atau lambat itu no matter yang penting endingnya tetep punya pasangan yang beda jenis dan bukan sejenis. itu saja.

Continue reading →

Sunday is Lazy Day Tapi Nggak Harus Malas-malasan Juga Kan?

0
18.38.00


Setelah beberapa hari disibukkan dengan rutinitas kerjaan yang melelahkan akhirnya libur pun tiba, oh...senangnya (padahal biasa aja). Emang udah resiko melajang sih, jadinya minggu itu bukan sesuatu yang spesial gitu deh. Tapi ada yang beda hari ini, bukan karena pergi jalan sama gebetan, tapi karena seharian ini saya bener-bener gak ada kegiatan yang menguras tenaga dan keringat. Yup, hari ini saya bebas bermalas-malasan di kamar, nonton youtube, tidur, bangun, tidur lagi sampek capek sendiri.

Menyenangkan tapi juga melelahkan. Loh...kok gitu? iya, soalnya biasanya pas libur weekend gini selalu aja ada kegiatan sosial kemasyarakatan yang musti saya kerjakan. Bukan kegiatan organisasi, tapi kegiatan kerja bakti dalam skala kecil yaitu di rumah sendiri. Kebetulan pada minggu-minggu sebelumnya sedang ada renovasi rumah, jadi saya ikutan cawe-cawe sebisanya. Sebenarnya bukan murni keinginan saya secara sukarela kerja bakti, tapi lebih karena berbakti dengan Orang tua. Jadi ketika saya disuruh ini itu, saya tidak akan menolaknya, biar keliatan jadi anak yang penurut.

Tapi hari libur kali ini ternyata lain dari biasanya. Biasanya selalu ada saja yang harus saya kerjakan, tapi ini tadi bisa fullday males-malesan. Seneng sih, tapi setelah dirasa-rasain ternyata membosankan juga seharian cuma makan, duduk, tiduran, sampai tidur beneran. Tidak ada kegiatan olah tubuh yang saya lakukan seperti minggu-minggu sebelumnya sehingga rasanya ada yang kurang, bahkan ketika bangkit dari lazy time rasanya kayak orang sakit. Gimana sih, susah buat dijelasin, yang jelas rasanya gak enak gitu.

Bermalas-malasan pada waktu libur itu memang sudah hak kita, sebagai ajang balas dendam setelah capek kerja terus. Tapi kalau menurut saya pribadi ternyata itu bukan pilihan yang tepat untuk obat penghilang lelah kita. Emang sih kelihatannya kita bisa nyantai, enak-enakan dirumah. Tapi setelah weekend selesai itu justru akan membuat kita sulit move on dari hari libur yang menyenangkan. Efeknya badan pegel-pegel, kadar semangat menurun dan biasanya besok pada hari senin ketika kita memulai aktivitas seperti biasanya maka akan diserang rasa kantuk yang luar biasa dan malas untuk mengerjakan tugas kerjaan kita.

Jadi, daripada dipake hari libur nggak ngapa-ngapain mendingan dipake untuk mengerjakan hal-hal yang bermanfaat. Kerjakan yang ringan-ringan saja yang penting kita ada kesibukan yang mengalihkan godaan untuk bergumul dengan bantal dan guling. Selain bermanfaat buat kesehatan tubuh kita karena gerak itu termasuk olahraga yang paling ringan, juga bermanfaat buat keluarga kamu, lingkungan kamu, juga untuk bangsa dan negara.
Continue reading →

Karena Ragu-Ragu

0
05.48.00


Sore tadi hujan deras kembali mengguyur kota reyog, sama seperti beberapa hari belakangan ini. Sebenarnya menurut siklus ini sudah waktunya masuk musim kemarau, tapi sepertinya Tuhan punya rencana lain dibalik hujan akhir-akhir ini. Entah rencana apa itu saya tidak tau karena saya bukan salah satu diantara malaikat yang ditugaskan mengatur cuaca di dunia.

Tidak ada firasat aneh yang saya rasakan sebelumnya, saya beraktifitas seperti biasanya, setelah sholat maghrib berjamaah di musholla dekat rumah (maklum anak sholeh, karena saya cowok jadi bukan sholihah) saya pulang ke rumah. Setelah mengaji sebentar, kemudian saya mengecek HP dan ternyata ada SMS masuk dari adik yang minta dijemput di terminal karena baru pulang dari diklat di luar kota. Beberapa saat kemudian saya bersiap-siap untuk berangkat. Kemudian memilih motor yang mau saya pakai untuk menjemput adik. Disitu saya sempat bingung mau pakai motor yang mana, bukan karena pilihannya terlalu banyak seperti di dealer, motornya sih cuma 2 tp yang satu sudah saya masukkan kedalam rumah dan yang satunya ada diluar, di teras rumah bulek saya. Awalnya saya sudah berniat pakai motor saya sendiri, tapi kemudian ragu dan saya urungkan niat saya mengeluarkan motor saya yang didalam rumah. Akhirnya saya putuskan untuk menggunakan motor adik saya yang ada diluar.

Fix, beberapa saat kemudian saya berangkat menyusuri jalanan yang basah setelah diguyur hujan sore tadi. Ditengah perjalanan sebelum keluar dari gerbang desa terjadilah tragedi yang tidak disangka-sangka yaitu tragedi tali kotang..eh..bukan..tapi tragedi kecelakaan tunggal yang menyebabkan saya harus merasakan basahnya aspal jalanan desa. Kejadian itu sungguh tak disangka-sangka, entah karena kurang fokus atau gimana saya juga gak habis pikir. Bermula saat saya sedikit mengalihkan pandangan kearah motor saya tiba-tiba didepan sudah ada motor yang dikendarai bapak-bapak bersama anaknya baru belok dari pertigaan dengan santainya dan begitu saya sadar kalau saya akan menabrak karena jaraknya sudah terlalu dekat hanya tinggal beberapa centimeter saja motor saya sudah dipastikan akan menyenggol bagian belakang motor bapak itu. Kemudian dengan reflek saya mengerem, karena saya sudah ainul yaqin bahwa kalau tidak saya rem dipastikan bapak itu pasti akan terjatuh karena saya tabrak. Dan sett....brakkkkk...saya terjatuh terguling ditengah aspal yang basah itu seperti Mark Marquez terjatuh ketika akan menyalip Valentino Rossi.

Demi dewa..ini sungguh diluar skenario, bukan rekayasa karena kejadian itu terjadi sangat cepat dan tau-tau saya sudah tiduran di aspal dengan santainya..wtf. Itu terjadi karena saat saya mengerem mendadak otomatis ban motor saya yang memang sudah halus seperti pipinya dian sastro itu slip. Apalagi ditunjang dengan kondisi aspal yang licin maka sudah dipastikan saya akan nge-drift bebas dijalanan. Cuma sayangnya drifting saya masih amatir jadi gagal berhenti dengan mulus. Meskipun begitu alhamdulillah saya tidak apa-apa, hanya luka lecet sedikit kenang-kenangan dari aspal. Begitu juga bapak-bapak yang tadi hampir saya tabrak, beliau menghampiri saya dan menanyakan kondisi saya, saya bilang tidak apa-apa. Kemudian saya pun berdiri dan melihat kondisi motor saya, Alhamdulillah tidak ada kerusakan serius dan saya pun bisa melanjutkan perjalanan saya lagi dengan sensasi cenut-cenut dan sedikit perih dari luka lecet tadi. Tidak apa-apa karena saya cowok jadi tidak boleh manja hanya luka segini.

Setelah menjemput adik saya dan pulang kerumah kemudian membersihkan luka, saya sedikit merenung kenapa tadi bisa sampai tidak fokus yang berakibat fatal. Mungkin ini karena dari rumah saya sudah ragu-ragu, keluar masuk rumah sampai beberapa kali sebelum berangkat. Dan mungkin memang tadi lupa berdo'a, eh..tapi seingat saya sudah lho..atau mungkin..ah..mungkin emang lupa. Yang jelas sudah takdirnya jatuh kok, mungkin untuk mengingatkan saya agar lebih hati-hati lagi ketika berkendara.

Pesan saya sebelum keluar rumah sebaiknya jangan ragu-ragu, karena bisa jadi itu pertanda akan terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan dalam perjalanan. Bukan berarti akan terjadi kecelakaan, tapi bisa saja akan terjadi hal lain yang tidak diinginkan seperti ketemu orang gila misalnya, atau ketemu saya dijalan, kan juga termasuk bencana kecil.
Continue reading →